Pages

Kamis, 19 Januari 2012

JUST FONTAINE

          Siapa pencetak gol terhebat di Piala Dunia? Anda mungkin akan memperdebatkan nama-nama seperti Gerd Mueller, Ronaldo, atau Miroslav Klose yang masih memiliki kesempatan mengikuti pagelaran berikutnya pada 2014 nanti . Namun jika memang harus menunjuk satu nama, mungkin jawaban yang paling tepat adalah Just Fontaine.

          Namanya memang terdengar asing. Selain tidak pernah memenangkan gelar juara dunia, ia pun hanya ikut serta dalam satu edisi Piala Dunia, yaitu pada tahun 1958 di Swedia. Namun justru karena itulah statusnya menjadi legenda. Hanya dalam satu kali kesempatan, ia mencetak 13 gol dalam 6 pertandingan! Suatu rekor yang bertahan hingga saat ini, dan mungkin juga masih akan terus bertahan hingga berpuluh tahun mendatang.

Selasa, 17 Januari 2012

Zanetti, Kapten Tua Yang Tak Kunjung Menua

Sekitar awal 2000-an, saat Serie-A Liga Italia masih berstatus liga terbaik di dunia, di sana kita bisa menemukan bukan hanya klub dan pemain terbaik, tetapi juga sejumlah pemimpin muda yang gagah dan berwibawa. Selain Paolo Maldini yang telah menjadi bintang internasional sejak awal dekade 90-an, muncul para kapten belia seperti Alessandro del Piero di Juventus, Francesco Totti di AS Roma, Alessandro Nesta di Lazio, dan Javier Zanetti di Inter.

Siapa yang paling hebat di antara mereka? Well, jika melihat seberapa cepat mereka meraih prestasi puncak, tiga nama pertama pantas dikedepankan.

Kamis, 12 Januari 2012

Frank Lampard, Solusi Sementara United

Di antara sekian banyak isu transfer yang muncul di paruh musim dingin 2011/2012, ada satu yang mencolok perhatian. Manchester United mengaku berminat untuk mendatangkan Frank Lampard, sosok yang selama ini diagungkan oleh fans Chelsea sebagai salah satu idola Stamford Bridge. Meski kemudian tak terealisasi, berita ketertarikan Sir Alex Ferguson terhadap ikon musuh besar mereka jelas sangat mengejutkan.


Tak ada yang meragukan kualitas Lampard sebagai salah satu gelandang serang terbaik di Liga Inggris bahkan di dunia. Keakuratan passing dan positioning mumpuni yang memungkinkannya mencetak gol-gol penting jelas membuktikan kualitas pemain kelahiran yang mengawali karir di West Ham ini. Namun seiring  perjalanan usia yang akan menginjak 34 tahun pada bulan Juni nanti, kemampuannya mulai menurun.

Jumat, 11 November 2011

MANCHESTER UNITED (Champions League 1968)

Sebelum 1968, kenangan yang paling melekat bagi MU sehubungan dengan Piala Champions adalah tragedi jatuhnya pesawat yang ditumpangi skuad MU pada 1958. Tim yang baru saja memastikan tiket ke semifinal ini jatuh sesaat setelah transit di Muenchen. Tragedi ini merenggut nyawa 23 orang, termasuk 8 pemain andalan United. Era emas yang diimpikan MU pun lenyap.

Namun sang pelatih Matt Busby tidak menyerah. Ia kembali dengan membawa pasukan barunya. Tahun 1966 mereka kembali terhenti di semifinal. Dua tahun kemudian, mereka sukses mencapai final untuk pertamakalinya dan kemudian memastikan menjadi juara setelah menaklukkan Benfica 4-1 setelah perpanjangan waktu. Indahnya, final dilangsungkan di Wembley, stadion kebanggaan Inggris.

Sabtu, 08 Oktober 2011

FRITZ WALTER

Bern, 4 Juli 1954. Timnas Jerman sedang dalam perjalanan menuju ke stadion Wankdorf untuk melakoni final Piala Dunia melawan Hungaria, tim terkuat pada saat itu. Di angkasa, langit yang mendung membayangi kota. “Cuacanya Anda, Fritz," bisik pelatih Sepp Herberger kepada kaptennya, Fritz Walter. Sang kapten yang berada di sampingnya, tersenyum dan menjawab dengan percaya diri,  "Saya tidak punya masalah dengannya, Chef."
Beberapa jam kemudian, Walter menjadi orang Jerman pertama yang mengangkat trofi Piala Dunia, mengalahkan sang jagoan Hungaria, meninggalkan maestro Real Madrid, Ferenc Puskas dengan tangis penyesalan. Mengejutkan karena beberapa hari sebelumnya, Hungaria yang sama membantai Jerman 8-3 di babak penyisihan.

Rabu, 05 Oktober 2011

JOHAN CRUYFF

Anda tahu Johan Cruyff? Berjaya selama era 1970-an, dia adalah salah satu pemain bola terbaik yang pernah ada di dunia. Jika sampai anda-sebagai football fans- tak mengenalnya, sungguh ter-la-lu!
Secara individu, Cruyff punya segalanya, teknik, kecepatan, dribbling dan naluri mencetak gol yang tinggi. Tetapi yang paling membuatnya disegani adalah pengorbanan diri terhadap timnya dalam sebuah sistem permainan untuk mencapai kemenangan. Cruyff pada dasarnya adalah tipikal pemain tim, akan tetapi seperti sebuah permata yang tercelup ke dalam lumpur, Cruyff tampak jauh lebih bersinar dibandingkan tim itu sendiri.

Selasa, 04 Oktober 2011

BELANDA (Euro 1988)

Timnas Belanda di Piala dunia 1974 akan selalu dikenang sebagai salah satu tim terbaik yang pernah dikenal dunia. Tampil menyerang dengan perpindahan pemain yang tiada henti, Belanda yang dimotori Johan Cruyff dkk. menjadi tim pertama yang memainkan gaya yang dikenal sebagai total football tersebut. Mereka bahkan mendapat gelar keren, "Juara Tanpa Mahkota".

Sayangnya, gelar itu juga berarti pahit karena menegaskan kekalahan mereka dari tuan rumah Jerman di babak final. Untungnya, sang pelatih Rinus Michels tak menyerah.